KESEIMBANGAN LINI

Keseimbangan lini merupakan penyeimbangan penempatan kegiatan dari suatu lini perakitan atau lini produksi ke stasiun kerja untuk meminimumkan jumlah stasiun kerja serta meminimumkan total waktu menganggur pada semua stasiun kerja. Keseimbangan lini memiliki fungsi untuk membuat suatu lintasan yang seimbang, tujuan pokok dari penyeimbangan lintasan adalah meminimumkan waktu menganggur lintasan yang disebabkan oleh operasi yang paling lambat [3].

Ketidakseimbangan pada lini produksi atau lini perakitan dapat dilihat dari stasiun kerja yang sibuk, waktu menganggur yang mencolok dan terdapat produk setengah jadi pada beberapa stasiun kerja. Ketidakseimbangan lini perakitan atau lini produksi juga dapat dilihat dari perencanaan lini yang salah, peralatan atau mesin yang sudah tua sehingga sering mengalami kerusakan, metode kerja kurang baik dan operator yang kurang terampil [2].

Precedence diagram, elemen kerja, waktu operasi, stasiun kerja, cycle time, station time, waktu menganggur, balance delay dan efisiensi lini adalah istilah-istilah pada keseimbangan lini. Berikut penjelasan istilah-istilah pada keseimbangan lini. Precedence diagram yaitu gambaran secara grafis urutan operasi kerja, serta ketergantungan pada operasi kerja lainnya yang bertujuan untuk memudahkan pengontrolan dan perencanaan kegiatan yang terkait didalamnya. Stasiun kerja yaitu tempat pada lini perakitan dimana proses perakitan dilakukan. Stasiun kerja dapat diterapkan dengan rumus setelah menentukan interval waktu siklus [1].

Capture

Rumus 2.1 menjelaskan stasiun kerja minimal didapatkan dari jumlah seluruh waktu operasi dari awal hingga akhir dibagi dengan waktu siklus stasiun kerja.

Cycle time (CT) atau waktu siklus yaitu waktu yang diperlukan untuk membuat satu unit produk per satu stasiun, apabila waktu produksi dan target produksi telah ditentukan maka waktu siklus diketahui dari hasil bagi waktu produksi dengan target produksi. Waktu siklus juga harus sama atau lebih kecil dari jam kerja efektif per hari dibagi dengan jumlah produksi per hari.

Station time (ST) yaitu jumlah waktu dari elemen kerja yang dilakukan pada suatu stasiun kerja yang sama. Idle time (I) yaitu selisih atau perbedaan antara cycle time (CT) dan station time (ST) atau CT dikurangi ST (Baroto, 2002). Balance delay (BD) yaitu ukuran dari ketidakefisienan lini yang dihasilkan dari waktu menganggur sebenarnya yang disebabkan karena pengalokasian yang kurang sempurna antara stasiun-stasiun kerja [4].

CaptureRumus 2.2 menjelaskan balance delay didapatkan dari seratus persen dikurang dengan efisiensi lintasan. Efisiensi lintasan didapatkan dari jumlah stasiun kerja yang terbentuk dikali dengan waktu siklus kemudian dikurang dengan jumlah waktu operasi secara keseluruhan dibagi dengan jumlah stasiun kerja yang terbentuk dikali dengan waktu siklus dikalikan seratus persen.

Efisiensi lini yaitu rasio antara waktu yang digunakan dengan waktu yang tersedia. Lini akan mencapai keseimbangan apabila setiap daerah pada lini mempunya waktu yang sama. Keseimbangan lini yang baik adalah jika efisiensi setelah diseimbangkan lebih besar dari efisiensi sebelum diseimbangkan [4].

CaptureRumus 2.3 menjelaskan efisiensi lini didapatkan dari jumlah waktu operasi secara keseluruhan dibagi dengan waktu siklus dikali dengan jumlah stasiun kerja yang terbentuk dikali seratus persen. Smoothing index yaitu suatu indeks yang menunjukkan kelancaran relatif dari penyeimbangan lini perakitan tertentu [4].

CaptureRumus 2.4 menjelaskan smoothing index didapatkan dari akar waktu terbesar distasiun kerja dikurang dengan waktu stasiun pada stasiun kerja.

SUMBER

[1] Baroto, Teguh. 2002. Perencanaan dan Pengendalian Produksi. Jakarta: PT Rineka Cipta

[2] Biegel, John E. 1992. Production Control a Quantitative Approach. Englewood Cliffs N.J: Pretince-Hall.

[3] Gaspersz, Vincent Dr, D.Sc., CFPIM, CIQA. 2004. Production Planning And Inventory Control: Berdasarkan Pendekatan Sistem Terintegrasi MRP II dan JIT Menuju Manufacturing 21. Jakarta: Penerbit Gramedia Pustaka Utama.

[4] Purnomo, Hari. 2004. Pengantar Teknik Industri. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s