Pertentangan Sosial, Ilmu Pengetahuan, Agama dan Masyarakat

  1. A. Pertentangan Sosial dan Integrasi Masyarakat1.  Perbedaan Prasangka dengan Diskriminasi

Prasangka menunjukkan pada aspek sikap sedangkan diskriminasi pada tindakan. Menurut Morgan (1966) sikap adalah kecenderungan untuk merespon baik secara positif atau negarif terhadap orang, obyek atau situasi. Sikap seseorang baru diketahui setelah ia bertindak atau beringkah laku.

Sikap negatif disebut juga prasangka, walaupun sikap prasangka juga bisa bersifat positif dalam kondisi tertentu. Dalam pengertian ini, sikap prasangka lebih cendrung ke arah negatif karena pengaruh dari faktor lingkungan, sikap dan ego yang tinggi, serta mudah terprovokasi dengan orang lain tanpa ada bukti yang jelas, dan hanya bisa berprasangka dengan orang lain.

Seseorang yang mempunyai prasangka rasial, biasanya bertindak diskriminasi terhadap ras yang diprasangkainya, akan tetapi seseorang bertindak diskriminatif tanpa berlatar belakang pada suatu prasangka. Sikap berprasangka jelas tidak adil, karena sikap yang diambil hanya berdasarkan   pada pengalaman atau apa yang didengar. Apabila muncul sikap berprasangka dan diskriminatif terhadap kelompok sosial lain, maka  akan terjaadi pertenangan sosial yang lebih luas yang akan berdampak buruk bagi lingkungan sekitar dan kerugian yang cukup besar dalam berbagai aspek.

Sumber: http://chikenbone-pertentangansosial.blogspot.com/

 2. Perbedaan Kepentingan

Perbedaan kepentingan antara individu atau kelompok. Manusia memiliki perasaan, pendirian maupun latar belakang kebudayaan yang berbeda. Oleh sebab itu, dalam waktu yang bersamaan, masing-masing orang atau kelompok memiliki kepentingan yang berbeda-beda. Kadang-kadang orang dapat melakukan hal yang sama, tetapi untuk tujuan yang berbeda-beda.

Perbedaan kepentingan antara satu kelompok dengan kelompok lainnya akan mendatangkan konflik sosial di masyarakat. Konflik akibat perbedaan kepentingan ini dapat pula menyangkut bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya.

Begitu pula dapat terjadi antar kelompok atau antara kelompok dengan individu, misalnya konflik antara kelompok buruh dengan pengusaha yang terjadi karena perbedaan kepentingan di antara keduanya. Para buruh menginginkan upah yang memadai, sedangkan pengusaha menginginkan pendapatan yang besar untuk dinikmati sendiri dan memperbesar bidang serta volume usaha mereka.

Sumber: http://chikenbone-pertentangansosial.blogspot.com/

 3. Etnosentrisme

Etnosentrisme yaitu suatu kecenderungan yang menganggap nilai-nilai dan norma-norma kebudayaannya sendiri sebagaai sesuatu yang prima, terbaik, mutlak dan diepergunakan sebagai tolok ukur untuk menilai dan membedakannya dengan kebudayaan lain.

Pertentangan Sosial adalah suatu kegiatan  yang menentang ilmu – ilmu sosial yang biasanya terjadi karena kesalah pahaman. contoh pertentangan sosial adalah tauran, kerusuhan, perang antar suku dan banyak lagi.

Contoh yang paling sering kita lihat adalah tauran, tauran yang sering terjadi biasanya di dasari oleh keinginan berkuasa atas suatu tempat atau suatu barang bahkan orang.

Pertentangan sosial juga biasanya terjadi dalam kehidupan rumah tangga yaitu KDRT mulai dari tahun 2000 kasus KDRT  sering terjadi di indonesia.
sebenarnya pertentangan sosial bisa di hilangkan dengan cara percaya, terbuka dan saling pengertian dan karna itu sikap yang seperti di sebutkan tadi harus di tanamkan dari kecil.

Sumber: http://chikenbone-pertentangansosial.blogspot.com/

4. Pengertian Integrasi Sosial

Pengertian integrasi sosial  adalah proses menyatunya berbagai unsur dalam masyarakat. Yang dimaksud dengan unsur adalah kelompok-kelompok dalam masyarakat, seperti suku bangsa, umat beragama, dan lain-lain.

Sumber: http://sosiologipendidikan.blogspot.com/2009/03/integrasi-sosial.html

4.  Pengertian Inegrasi Nasional

Integrasi nasional adalah usaha dan proses mempersatukan perbedaan perbedaan yang ada pada suatu negara sehingga terciptanya keserasian dan keselarasan secara nasional.

Sumber: http://putriwindu.wordpress.com/2012/04/29/integrasi-nasional/

5. Bentuk-bentuk Contoh Integrasi Sosial

1.  Integrasi Normatif : integrasi yang terjadi akibat adanya norma-norma yang berlaku dimasyarakat,  contoh masyarakat Indonesia dipersatukan oleh semboyan Bhineka Tunggal Ika.

2.  Integrasi Fungsional, integrasi yang terbentuk sebagai akibat adanya fungsi-fungsi tertentu dalam masyrakat. Contoh Indonesia yang terdiri dari berbagai suku, mengintegrasikan dirinya dengan melihat fungsi masing-masing, suku bugis melaut, jawa pertanian, Minang pandai berdagang.

Sumber: http://sosiologikita166.blogspot.com/2012/12/integrasi-sosial.html

5. Contoh Wujud Integrasi Nasional, Antaralain Sebagai Berikut:

1.  Sikap toleransi antarumat beragama, walaupun agama kita berbeda dengan teman, tetangga atau saudara, kita harus saling menghormati.

2.  Sikap menghargai dan merasa ikut memiliki kebudayan daerah lain, bahkan mau mempelajari budaya daerah lain,

Sumber: http://rimalestari123.blogspot.com/2013/10/integrasi-nasional.html

B. Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Kemiskinan

1.  Pengertain Ilmu Pengetahuan

Ilmu pengetahuan adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan, dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia . Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya, dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya. Sumber:http://tugasteknikmesin.blogspot.com/2011/12/definisiilmupengetahuan.html

2.  Pengertian Teknologi

Teknologi adalah satu ciri yang mendefinisikan hakikat manusia yaitu bagian dari sejarahnya meliputi keseluruhan sejarah. Teknologi, menurut Djoyohadikusumo (1994, 222) berkaitan erat dengan sains (science) dan perekayasaan (engineering). Dengan kata lain, teknologi mengandung dua dimensi, yaituscience dan engineering yang saling berkaitan satu sama lainnya. Sains mengacu pada pemahaman kita tentang dunia nyata sekitar kita, artinya mengenai ciri-ciri dasar pada dimensi ruang, tentang materi dan energi dalam interaksinya satu terhadap lainnya.

Sumber: http://ajidedim.wordpress.com/teknologi-islami/technology/

3.  Ciri-ciri Fenomena Teknik dalam Masyarakat

1.  Rasionalistas, artinya tindakan spontan oleh teknik diubah menjadi tindakan yang direncanakan dengan perhitungan rasional

2.  Artifisialitas, artinya selalu membuat sesuatu yang buatan tidak alamiah

3.  Otomatisme, artinya dalam hal metode, organisasi dan rumusan dilaksanakan secara otomatis. Demikian juga dengan teknik mampu mengeliminasikan kegiatan non teknis menjadi kegiatan teknis

4.  Teknik berkembang pada suatu kebudayaan

5.  Monisme, artinya semua teknik bersatu, saling berinteraksi dan saling bergantung.

6.  Universalisme, artinya teknik melampaui batas-batas kebudayaan dan ediologi, bahkan dapat menguasai kebudayaan

7.  otonomi artinya teknik berkembang menurut prinsip-prinsip sendiri.

Sumber: http://andre-yehezkiel.blogspot.com/2010/01/tugas-ke-3.html

4. Ciri ciri Teknologi Barat

1.  Bersifat Intensif pada semua kegiatan manusia

2.  Cenderung bergantung pada sifat ketergantungan

3.  Selalu berpikir bahwa barat adalah pusat dari segala teknologi

Sumber: http://aji-pangestu.blogspot.com/2011/01/ilmu-pengetahuan-teknologi-dan.html

5.  Pengertian Kemiskinan

Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan.

Sumber: http://www.tugasku4u.com/2013/06/pengertian-kemiskinan.html

 6.  Ciri-Ciri Manusia yang Hidup di Bawah Garis Kemiskinan

Mereka yang hidup di bawah garis kemiskinan memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

1.  Tidak memiliki faktor-faktor produksi sendiri seperti tanah, modal, ketrampilan, dan lain-lain.

2.  Tidak memiliki kemungkinan untuk memperoleh aset produksi dengan kekuatan sendiri, seperti untuk memperoleh tanah garapan atau modal usaha.

3.  Tingkat pendidikan mereka rendah, tidak sampai tamat SD.

4.  Kebanyakan tinggal di desa sebagai pekerja bebas.

5.  Banyak yang hidup di kota berusia muda, dan tidak mempunyai keterampilan.

Sumber: http://ciptadestiara.wordpress.com/category/ciri-ciri-orang-yang-hidup-dibawah-garis-kemiskinan/

7.  Fungsi Kemiskinan

1.    Pertama, kemiskinan menyediakan tenaga kerja untuk pekerjaan-pekerjaan kotor, tak terhormat, berat, berbahaya, namun      dibayar murah. Orang miskin dibutuhkan untuk membersihkan got-got yang mampet, membuang sampah, menaiki gedung tinggi, bekerja di pertambangan yang tanahnya mudah runtuh, jaga malam. Bayangkan apa yang terjadi bila orang miskin tidak ada. Sampah bertumpuk, rumah dan pekarangan kotor, pembangunan terbengkalai, banyak kegiatan ekonomi yang melibatkan pekerjaan kotor dan berbahaya yang memerlukan kehadiran orang miskin.

2.  Kedua, kemiskinan memperpanjang nilai-guna barang atau jasa. Baju bekas yang tak layak pakai dapat dijual (diinfakkan) kepada orang miskin, termasuk buah-buahhan yang hampir busuk, sayuran yang tidak laku, Semuanya menjadi bermanfaat (atau dimanfaatkan) untuk orang-orang miskin.

3.  Ketiga, kemiskinan mensubsidi berbagai kegiatan ekonomi yang menguntungkan orang-orang kaya. Pegawai-pegawai kecil, karena dibayar murah, mengurangi biaya produksi dan akibatnya melipatgandakan keuntungan. Petani tidak boleh menaikkan harga beras mereka untuk mensubsidi orang-orang kota.

4.  Keempat, kemiskinan menyediakan lapangan kerja. Karena ada orang miskin, lahirlah pekerjaan tukang kredit, aktivis-aktivis LSM yang menyalurkan dana dari badan-badan internasional, dan yang pasti berbagai kegiatan yang dikelola oleh departemen sosial. Tidak ada komoditas yang paling laku dijual oleh Negara Dunia Ketiga di pasar internasional selain kemiskinan.

5.  Kelima, memperteguh status sosial orang kaya. Perhatikan jasa orang miskin pada perilaku orang-orang kaya baru. Sopir yang menemaninya memberikan label bos kepadanya.Nyonya-nyonya dapat menunjukan kekuasaannya dengan memerintah inem-inem mengurus rumah tangganya.

Sumber: http://ciptadestiara.wordpress.com/category/ciri-ciri-orang-yang-hidupdibawah-garis-kemiskinan/

C. Agama dan Masyarakat       

1.  Fungsi Agama dalam Masyarakat

Agama menurut kamus besar Bahasa Indonesia adalah sistem yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada Tuhan Yang Maha Esa serta tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia dan manusia serta lingkungannya .

Fungsi Agama dalam Masyarakat meliputi :

1.  Sumber pedoman hidup

2.  Mengatur tata cara hubungan manusia dengan tuhannya ataupun manusia dengan manusia

3.  Tuntunan tentang kebenaran atau kesalahan

4.  Pedoman mengungkapkan rasa kebersamaan

5.  Pedoman untuk menanamkan keyakian

6.  Pedoman keberadaan

7.  Pengungkapan estetika (keindahan)

8.  Pedoman untuk rekreasi dan hiburan

9.  Memberikan identitas pada manusia sebagai umat suatu agama

Sumber:http://kanissaputri.blogspot.com/2013/01/fungsiagamadalammasyarakathtml.

 2.  Dimensi Komitmen Agama Pelembagaan Agama

Perkembangan iptek mempunyai konsekuensi penting bagi agama.Sekulerisai cenderung mempersempit ruang gerak kepercayaan dan pengalaman keagamaan. Kebanyakan agama yang menerima nilai- nilai institusional baru adalah agama – agama aliran semua aspek kehidupan.
Dimensi komitmen agama menurut Roland Robertson:

1.  Dimensi keyakinan mengandung perkiraan/harapan bahwa orang yang religius akan menganut pandangan teologis tertentu.

2.  Praktek agama mencakup perbuatan-perbuatan berbakti, yaitu perbuatan untuk melaksanakan komitmen agama secara nyata.

3.  Dimensi pengerahuan, dikaitkan dengan perkiraan.

4.  Dimensi pengalaman memperhitungkan fakta, semua agama mempunyai perkiraan tertentu.

5.  Dimensi konsekuensi dari komitmen religius berbeda dengan tingkah laku perseorangan.

Sumber: http://ciptadestiara.wordpress.com/category/dimensi-komitmenagama/

 3.  Sebutkan 3 Tipe Hubungan Agama dengan Masyarakat

Agama memiliki tiga ( 3 ) tipe hubungan dengan masyarakat diantaranya ( menurut Elizabeth K. Nottingham )

1.  Masyarakat Pedalaman

Kehidupan masyarakat pedalaman agama masih berdasarkan kepercayaan sehingga mereka mengadakan berbagai upacara ritual karena mereka percaya dengan begitu mereka sudah memiliki agama.

2.  Masyarakat Semi Industri

Masyarakat semi industri sudah lebih maju dari masyarakat pedalaman sehingga di masyarakat semi indutri sudah memegang agama sebagai kepecayaan dan sebagai pedoman dalam melakukan segala hal seperti berdagang.

3.  Masyarakat Industri Sekunder ( Modern )

Masyarakat industri sekunder sudah banyak muncul teknologi canggih sehingga lebih mudah menolong kegiatan manusia, namun karena sudah banyak teknologi maka agama menjadi di “no duakan” sehingga kurangnya kepercayaan terhadap agama.

Sumber:  http://aji-pangestu.blogspot.com/2011/01/agama-dan-masyarakat.html

4.  Definisi Pelembagaan Agama

Pelembagaan agama adalah suatu tempat atau lembaga untuk membimbing, membina dan mengayomi suatu kaum yang menganut agama.Agama begitu universal, permanen, dan mengatur dalam kehidupan, sehingga bila tidak memahami agama, akan sukar memahami masyarakat.

Sumber:  http://fajar-alvian.blogspot.com/2012/01/agama-dan-masyarakat.html

5.  Fungsi Lembaga Agama

Lembaga keagamaan yang ada di Indonesia pada umumnya berfungsi sebagai berikut:

1.  Tempat untuk membahas dan menyelesaikan segala masalah yang menyangkut keagamaan.

2.  Memelihara dan meningkatkan kualitas kehidupan beragama umat yang bersangkutan.

3.  Memelihara dan meningkatkan kerukunan hidup antar umat yang bersangkutan.

4.  Mewakili umat dalam berdialog dan mengembangkan sikap saling menghormati serta kerjasama dengan umat beragama lain.

5.  Menyalurkan aspirasi umat kepada pemerintah dan menyebarluaskan kebijakan pemerintah kepada umat.

6.  Wahana silaturrahmi yang dapat menumbuhkan rasa persaudaraan dan kekeluargaan.

Sumber:  http://www.menu.sman3-kag.sch.id/onnet/onnet4/content/ppkn5.htm

6. Contoh Kasus Konflik Tentang Agama yang Ada dalam Masyarakat

1.  Tahun 1996, 5 gereja dibakar oleh 10,000 massa di Situbondo karena adanya konflik yang disebabkan oleh kesalah pahaman.

2.  Adanya bentrok di kampus Sekolah Tinggi Theologi Injil Arastamar (SETIA) dengan masyarakat setempat hanya karena kesalahpahaman akibat kecurigaan masyarakat setempat terhadap salah seorang mahasiswa SETIA yang dituduh mencuri, dan ketika telah diusut Polisi tidak ditemukan bukti apapun. Ditambah lagi adanya preman provokator yang melempari masjid dan masuk ke asrama putri kampus tersebut. Dan bisa ditebak, akhirnya meluas ke arah agama, ujung-ujungnya pemaksaan penutupan kampus tersebut oleh masyarakat sekitar secara anarkis.

3.  Perbedaan pendapat antar kelompok – kelompok Islam seperti FPI (Front Pembela Islam) dan Muhammadiyah.

4.  Perbedaan penetapan tanggal hari Idul Fitri, karena perbedaan cara pandang masing – masing umat.

Sumber:  http://denaizzkakakecil.wordpress.com/2009/11/10/konflik-agama/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s